Ada yang berbeda dengan peringatan hari raya Qurban tahun ini di SMA Negeri 3 Mojokerto. Apabila tahun sebelumnya pembagian daging qurban selalu menggunakan bungkus plastik, tahun ini panitia qurban membuat kebijakan baru. Yakni seluruh daging qurban yang dibagikan menggunakan daun jati dan pisang. Hal ini seiring dengan kebijakan Kepala Sekolah untuk menghilangkan penggunaan plastik di lingkungan SMA Negeri 3 Mojokerto.

Dari pantauan tim media online ini, terlihat setelah sholat Idul Adha pada Minggu (11/8/2019) panitia idul adha mempersiapkan penyembelihan satu ekor sapi dan dua ekor kambing. Kemudian dilanjutkan dengan pembagian daging yang dibungkus dengan daun jati dan pisang.

“Kita memang telah mempersiapkan sebelumnya untuk menghindari penggunaan plastik pada pembagian daging qurban. Hal ini sesuai instruksi dari Ibu Kepala Sekolah. Rencana awal, saya dan anak anak OSIS mau menggunakan besek, tetapi dikarenakan pertimbangan dana, akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan daun jati dan pisang. Disamping lebih hemat dan praktis, juga dari anak OSIS sendiri menyumbangkan daun daunnya yang berasal dari kebun sendiri” tukar Isno, M.Pd.I, selaku ketua Panitia.

Dari pengakuan Isno, M.Pd.I pembagian daging tahun ini bertambah jatahnya untuk diberikan ke masyarakat. Selain untuk siswa siswi SMA N 3 Mojokerto sendiri yang tidak mampu dan warga sekitar, juga Yayasan Sosial sekitar Kota Mojokerto.

“Karena dagingnya berlebih dari targetnya, yakni sekitar 300 bungkus, maka kami dan anak anak OSIS membuat kebijakan dengan membagikannya ke Yayasan sekitar yang sangat membutuhkan seperti ke PAY Muhammadiyah di belakang SMA N 3 Mojokerto. Juga ke PAY Al Mawaddah di Jalan Empunala depan RS. Kamar Medika itu, serta ke Yayasan Panti Jompo di Kedungsari” imbuhnya.

Categories: Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *