Upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMA N 3 Mojokerto terus digalakkan oleh kepala sekolah, Ibu Titik wuriyanti MM. Terlebih tahun ini, SMA N 3 Mojokerto memperoleh amanah dari pemerintah dijadikan sebagai sekolah model.

Dalam sambutan sosialisasi dan pendampingan sekolah binaan (sekolah model) sistem penjaminan mutu internal pada hari senin (19/8/19) yang berlangsung di gedung graha, Ibu Titik Wuriyanti MM, menyatakan bahwa SMA Negeri 3 Mojokerto dijadikan sebagai Sekolah model bukan dikarenakan hadiah begitu saja dari pemerintah tetapi dari hasil perjuangan guru guru SMA 3 yang hebat berjuang untuk memperoleh kelayakan menjadi sekolah model.

“Di sma 3 sesungguhnya sekolah paling tua. Dulu disini SPG. Tetapi entah kenapa ditempatkan diurutan nomor 3. Meskipun diurutan nomor tiga tidak mengurangi semangat untuk bersejajar dengan sekolah lainnya. Bapak ibu gurunya memiliki semangat untuk maju. Jadi dijadikan sekolah model, merupakan perjuangan yang luar biasa” tutur Kepala SMA N 3 Mojokerto itu.

Senada dengan Kepala SMA N 3, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mojokerto, Maryono S. Sos menyatakan bahwa SMA 3 dulunya dikenal SPG sesungguhnya bukan sekolah biasa tetapi sekolah yang luar biasa sebab telah menghasilkan output pemimpin pemimpin yang hebat. Kepala Cabdin Mojokerto itu bercerita bahwa suatu ketika ia memperoleh tamu kepala sekolah visioner. Ia mampu membawa anak didiknya mengikuti kompetensi di Rusia. Ketika ditanya, ternyata ia alumni SPG. Karenanya wajar apabila SMA N 3 memperoleh amanat untuk menjadi sekolah model.

Menurut Maryono S. Sos, bahwa sekolah model adalah upaya pemerintah untuk mempercepat sekolah memperoleh kualitas dan mutu pendidikan.

Selain SMA N 3 yang dijadikan sekolah imbas adalah SMA TNH, SMA Katolik, SMA PGRI 2, dan SMA Darul Quran. SMA N 3 Mojoketo bersama sama dengan sekolah imbas diharapkan bekerjasama untuk mewujudkan sekolah berkualitas.

Categories: Pendidikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *