Ada yang berbeda dengan dengan pemandangan di halaman SMA Negeri 3 Mojokerto. Terlihat banyak siswa yang mengerjakan tugas di halaman. Mereka sibuk melukis gambar wayang beber yang penuh dengan makna cerita

Tentang tugas melukis wayang beber ini, Burhan Fatiq S.Pd, Guru Seni dan Budaya, memaparkan bahwa pembelajaran yang diampunya itu diperuntukkan untuk mengasah kemampuan siswa  dalam beberapa kompetensi.

“Pembelajaran ini sesungguhnya materi budaya lokal. Saya mengangkat tentang wayang beber ini untuk dikerjakan siswa. Wayang beber ini sebenarnya warisan dari Majapahit. Hanya saja sekarang justru dilestarikan oleh daerah lainnya. Dengan tugas ini, siswa diharapkan mengenal budaya leluhur Majapahit” tutur Guru Seni dan Budaya SMA N 3 Mojokerto ini.

“Kompetensi yang diperoleh sesungguhnya nanti akan sangat banyak. Seperti siswa akan mengasah kemampuan melukis dua dimensinya. Setelah ini selesai, siswa juga akan dituntut untuk mampu bercerita dengan apa yang dilukisnya. Pun pula mampu memperagakannya dalam aksi teatrikal” imbuhnya.

Terkait dengan tindak lanjut dari karya karya siswa yang fenomenal ini, Burhan Fatiq S.Pd menyampaikan bahwa ia ingin membawa siswa untuk tampil ke pameran dan pegelaran di depan masyarakat. Hanya saja, terang Guru yang beralamatkan di Kedungwali itu, ia masih berpikir untuk mencari sponsor pendana untuk mendukung rencana tersebut.

Terkait tugas yang diberikan oleh Burhan Fatiq S.Pd, terlihat siswa sangat senang mengerjakannya. Sebab mereka menjadi mengenal budaya nenek moyang. Mereka juga memahami cerita cerita tutur yang berkembang ditengah masyarakat.

“Karya saya ini bercerita tentang Ken Arok. Disini kami melukiskan tentang kebudayaan orang pada masa dulu. Tidak ada teknologi seperti sekarang ini. Saya jadi tahu tentang bagaimana kehidupan masa lalu dengan mengerjakan tugas ini” tutur Putri, siswi kelas XII IPS 2.¬†

 

 

Categories: Pendidikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *